EARTs Studio Dukung Pengkajian Karya Maestro Musik Kontemporer Ben M. Pasaribu

EARTs Studio menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengkajian dan pelestarian karya almarhum Ben M. Pasaribu, komponis kontemporer asal Sumatera Utara yang dikenal berkat pendekatan avant-garde dalam musik. Pengkajian ini difokuskan pada eksplorasi metode "konstruktif" yang digunakan Ben, di mana ia menciptakan karya tidak berdasarkan inspirasi instan melainkan melalui perencanaan matang layaknya arsitek merancang bangunan. Langkah ini diharapkan mampu membuka pemahaman baru bagi generasi muda tentang kekayaan intelektual yang terkandung dalam setiap komposisi maestro kelahiran 1956 tersebut.
Ben M. Pasaribu, yang wafat pada 6 Desember 2010, meninggalkan warisan komposisi musik unik yang menggabungkan elemen ritual budaya Batak dengan media elektronik modern. Salah satu ciri khasnya yang paling berani adalah penggunaan trance (kesurupan) sebelum pemain memulai pertunjukan, seperti dalam karyanya yang berjudul Nehken Surasura (1992).

Dukungan dari EARTs Studio ini juga bertujuan untuk mewujudkan cita-cita Ben yang sempat terpendam, seperti mendirikan lembaga kajian musik (Ben M. Pasaribu Institute) dan mengarsipkan berbagai ide briliannya yang belum sempat direalisasikan. Menurut rekan-rekan sejawatnya, Ben adalah sosok yang lebih nyaman berbicara tentang musik daripada sekadar bernyanyi, meskipun di akhir hayatnya ia diketahui kerap melantunkan kidung rohani khas Batak. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan bahwa nama dan karya Ben M. Pasaribu tetap "hidup" dan terus menggema, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga di kancah musik dunia.

Posting Komentar

0 Komentar